5 Hal yang Perlu Dipersiapkan Setelah Perjalanan Touring

5 Hal yang Perlu
Dipersiapkan Setelah Perjalanan Touring

14 December 2020

 

Persiapan touring motor sebelum jalan itu memang banyak Brads, bukan hanya fisik kita yang harus fit tapi juga motor kita harus sehat dan gak bermasalah, belum lagi logistik di perjalanan. Nah, begitu selesai touring dan sampai di rumah, rasanya mandi air hangat dan goleran itu paling cocok buat melemaskan badan.

Emang paling enak sih, tapi begitu selesai mandi kita jangan sampai lupa cek keadaan motor soalnya bukan cuma kita, tapi motor juga diuji selama perjalanan touring. Perjalanan jarak jauh yang ditempuh selama touring pasti akan berpengaruh pada kondisi sepeda motor kita. Umumnya yang akan terpengaruh ada di bagian fast moving parts seperti, rantai, v belt, rem hingga ban.


Tren Touring di Indonesia


Nah Brads, menurut sejarah orang yang memecahkan rekor touring tercepat pertama kali di Indonesia itu, tercatat bernama Gerrit de Raadt seorang warga negara Belanda, pada 18 Agustus 1932. Waktu itu meneer Gerrit menempuh touring dengan rute Batavia ke Surabaya.

Waktu yang dihabiskan mencapai 10 jam 1 menit, yang menjadikan dirinya pemegang rekor tercepat Jakarta – Surabaya dengan sepeda motor. Rekor tersebut ia capai dengan sepeda motor Rudge Ulster dengan mesin sebesar 500 cc. Demi buat rekor secepat itu, pasti persiapan touringnya mateng banget, Brads!

Apabila dulu touring itu dilakukan untuk memecahkan rekor waktu tempuh tercepat, kalau sekarang tujuan touring bukan itu lagi Brads. Touring di zaman sekarang orientasinya lebih ke arah rekreasi, kopi darat hingga kegiatan sosial gak sih?

Kayak misalnya komunitas motor Kartala asal Bandung yang sering kali melakukan touring ke banyak daerah. Selain tujuannya untuk riding dan mempererat solidaritas mereka juga melakukan kegiatan sosial di desa atau tempat yang dituju. Seperti memasang fasilitas penerangan di desa-desa tujuan.

Bukan cuma bareng komunitas, tren solo touring makin banyak dilakukan sama para bikers. Dengan adanya media sosial sama internet, solo touring jadi makin mudah dilakukan. Resiko motor masalah di jalan bisa diatasi, kita juga bisa kenalan dengan bikers yang tinggal, di daerah rute touring. Bisa numpang istirahat dan tambah relasi juga.

Kalau kalian sudah ada jadwal touring belum di akhir tahun ini? Mau sendiri atau ramean gak masalah, yang penting jalan, Brads!


Manfaat Touring bagi Komunitas


Touring jadi agenda wajib buat komunitas motor, seenggaknya ada agenda buat jalan jauh sekali dalam setahun. Agenda ini biasanya ramai di tengah dan akhir tahun di mana ada jeda waktu untuk ambil libur dari kesibukan. Jadi tiap member komunitas motor bisa ikut dan melepaskan penat dari pekerjaan. Rugi lho Brad kalau gak ikut touring, nanti gak ada cerita-cerita lucu yang bisa dibahas di kopdar.


Checklist persiapan touring motor bareng komunitas itu memang banyak Brads. Kita harus siapin tujuan, rute, logistik sampai spare parts. Pas sudah di perjalanan pun bukan hal yang mudah, kita harus kompromi sama lelah, ngantuk sampai tahan emosi waktu di jalan. Tetapi, begitu sampai rasa capek langsung lenyap karena sudah sampai tujuan, tinggal santai-santai bareng anak-anak


Nah manfaatnya touring buat komunitas tuh gak sembarangan ternyata Brads. Biasanya waktu sampai di tujuan kegiatan kita selain refreshing diisi dengan aktivitas yang community-based. Biasanya kayak mempererat


Hal yang Perlu Diperhatikan Setelah Touring


Persiapan touring emang sudah dilakukan sebelum jalan Brads, tapi gak kalah penting juga buaat kita inspeksi keadaan motor setelah sampai di rumah. Karena, bukan Cuma kita yang lelah di jalan, motor pun ikut ‘diuji’ daya tahannya selama perjalanan. Nih, Brads checklist parts yang harus kamu liat seberes touring.


1. Kondisi oli dan busi

Sebagai anak motor yang baik kita jangan lupa mengecek keadaan oli dan busi setelah dipakai touring. Walaupun misalnya total jarak tempuh kita gak lebih dari 2.000 kilometer, kondisi oli bisa berubah karena pemakaian terus menerus. Gak ada salah diganti setelah kita selesai beres touring.

 

Busi pun gak ada bedanya, karena mesin yang menyala terus paling nggak bisa bikin busi kita kotor. Brads, bisa coba bersihkan kepala busi dari sisa pembakaran dengan kompresor angin dan sikat gigi. Malah. kalau mau diganti pun gak ada salahnya.

 

2. Rantai

Perjalanan panjang yang ditempuh biasanya bisa bikin rantai kita lebih kendor. Nah untuk itu, Brads bisa cek kondisi ketegangan rantai, apabila kendor tinggal kita stel sedikit biar kencang lagi. Terus juga jangan lupa bersihkan pakai chain cleaner lalu dilumasi ulang biar gak cepat karat.

 

3. CVT dan V Belt

Buat Brads yang pakai motor matic pun jangan lupa sama CVT dan v belt. Cara mudah perawatan setelah touring adalah menguras dan ganti oli CVT, terus juga cek kondisi v belt beserta roller-nya. Buat pengecekannya, Brads bisa bawa motor matic kesayangan ke bengkel resmi.

 

4. Filter Udara

Rute touring yang biasanya jarak jauh dan panjang, juga bikin filter udara kita lebih cepat kotor. Untuk itu, Brads bisa buka filter udara dan membersihkannya dengan kompresor udara, jadinya motor bisa ‘bernafas’ lebih lega karena gak ada yang menghalangi.


5. Rem

Kondisi rem juga harus Brads cek setelah dipakai perjalanan jauh. Kalian bisa melakukan pengecekan di kampas rem, apakah sudah tipis atau masih banyak. Jangan lupa juga dibersihkan biar performa rek gak terganggu.


Persiapan setelah touring jangan sampai ditunda Brads, hal ini untuk mengantisipasi kerusakan di motor kita. Oh iya, Brads safety gear kayak helm full face, sarung tangan, jas hujan dan alas kaki jangan lupa dicuci atau dibersihkan biar siap dipakai lagi.