Alasan Motor Tidak Boleh Dinyalakan Ketika Banjir

Alasan Motor Tidak Boleh
Dinyalakan Ketika Banjir

14 January 2021

 

Brads, benar gak sih banjir selalu saja menjadi momok menakutkan bagi pengendara motor? Terlebih di musim penghujan seperti sekarang ini. Bahayanya, motor bisa saja terkena banjir yang berdampak pada performa nantinya. Jika motor terendam banjir bersiaplah Brads untuk melakukan servis besar agar motor kembali prima seperti semula.

Biasanya, banjir akan menyerang bagian-bagian terpenting pada sepeda motor, terutama pada bagian mesin. Sebagai jantung dari sepeda motor, bagian mesin sangat berbahaya apabila terkena banjir. Apabila hal ini terjadi, Brads akan dibikin kewalahan setelahnya.


Dalam kondisi apapun, memahami medan yang ditempuh sangat penting bagi seorang pengendara sepeda motor. Terutama ketika banjir. Brads harus mengetahui batas maksimal sepeda motor diperbolehkan untuk menerjang banjir.Tujuannya, untuk menghindari kerusakan-kerusakan besar nantinya.

Biasanya, sepeda motor dengan jenis matic memiliki batas maksimal melewati banjir hingga mencapai bagian CVT motor. Apabila Brads memaksakan melewatinya, CVT akan mengalami slip dan tidak dapat berfungsi lagi.


Sedangkan lebih umumnya, sepeda motor tidak dianjurkan melewati banjir mencapai ketinggian 30 hingga 40 cm. Artinya, apabila banjir telah mencapai bagian mesin, maka sudah seharusnya Brads menghindar dan mencari jalan alternatif. Karena, resiko terbesar yang dapat terjadi adalah motor akan mogok karena mesin yang terendam oleh air.


Alasan Motor Tidak Boleh Dinyalakan Saat Banjir


Memang tidak ada yang tahu kapan banjir akan datang dan setinggi apa genangannya. Sangat ada kemungkinan motor Brads terkena banjir apabila tidak berhati-hati. Nah, apabila motor Brads mengalami hal tersebut, sangat dianjurkan untuk tidak langsung menyalakannya. Karena, ruang bakar pada mesin bisa saja terendam air dan bercampur dengan oli. Apabila Brads memaksakan untuk menyalakannya, hal yang dapat terjadi adalah piston akan jebol karena air tidak dapat dikompresi. Duh! Jangan sampe, deh, Brads.


Cara Menangani Motor Yang Terendam Banjir


Agar Brads tidak salah memilih langkah yang harus dilakukan apabila motor terendam banjir. Di bawah ini akan ada penjelasan apa saja yang harus Brads lakukan ketika mendapatkan situasi tersebut


1. Lepas busi motor

Melepaskan busi adalah langkah yang dapat dilakukan untuk memastikan apakah ruang bakar kemasukan air atau tidak. Apabila setelah busi dilepas terlihat kondisi busi dalam keadaan basah, berarti ruang bakar telah terendam air. Untuk itu jangan pernah menyalakan sepeda motor sebelum busi dilepas.


2. Bersihkan box filter

Setelah mengetahui adanya air pada ruang bakar, langkah selanjutnya yang dapat Brads lakukan adalah membuka box filter pada motor. Tujuan ini dilakukan untuk mengeluarkan sisa-sisa air yang ada di dalamnya. Setelah itu, keringkan filter udara agar dapat digunakan lagi.


3. Kuras Oli

Banjir yang melebihi 40 cm meter dapat merendam crankcase sepeda motor milik Brads. Untuk itu, Brads perlu menguras oli hingga air yang masuk ke dalam crankcase keluar secara menyeluruh. Untuk membantu agar air keluar lebih cepat, gunakan kick starter secara pelan dengan kondisi busi terlepas. Dan jangan lupa mengganti oli dengan yang baru, ya, Brads!


4. Bersihkan CVT

Untuk motor matic, CVT sangat besar kemungkinan kemasukan oleh air. Makanya, Brads perlu membuka bagian CVT motor lalu membersihkan sisa-sisa kotoran yang ada didalamnya. Karena, air banjir mengandung banyak lumpur yang nantinya akan merusak bagian CVT motor.


Jadi itulah hal yang dapat Brads lakukan apabila motor terendam oleh banjir. Langkah-langkah di atas dapat dilakukan di rumah menggunakan toolkit yang memadai. Apabila Brads tidak memilikinya, langkah lain yang dapat dilakukan adalah membawa motor kesayangan milik Brads ke bengkel secepatnya tanpa menunda-nunda. Karena, jika motor terendam banjir tidak cepat ditangani, bersiaplah Brads kehilangan motor untuk selamanya karena tidak dapat menyala lagi.