Cara Merawat Aki motor Agar Lebih Awet saat Pemakaian

Cara Merawat Aki motor
Agar Lebih Awet saat Pemakaian

02 December 2020

 

Hai, Brads! Tentunya pada tau kan kalau aki merupakan bagian terpenting dari sepeda motor. Letaknya yang tersembunyi, bukan berarti harus diabaikan, ya! Aki juga butuh perhatian khusus, lho!


Masih banyak di antara kita yang tidak tahu cara merawat aki motor. Akibatnya, sepeda motor akan mengalami berbagai masalah, mulai dari lampu utama yang redup, starter elektrik tidak berfungsi hingga klakson tidak menyala akibat aki yang telah soak.

Hal tersebut dapat menimbulkan masalah baru yang berkepanjangan jika masih saja diabaikan. Performa sepeda motor menjadi menurun, aktivitas penting terhambat, serta pengeluaran bertambah akibat dampak dari aki yang tidak pernah dirawat. Duh, pasti Brads sekalian gak mau dong kalau keseruan berkendaranya terganggu hanya karena masalah aki!

Perbedaan Aki Kering dan Aki Basah

Banyak yang tidak mengetahui bahwa beda aki beda perawatannya, loh, Brads. Umumnya, aki yang beredar di pasaran terbagi menjadi dua tipe, yaitu aki basah dan Maintenance Free (Aki kering).


Walaupun sudah ketinggalan zaman, tetapi aki basah masih digemari oleh pemilik kendaraan bermotor hingga saat ini. Alasannya sederhana, usia pemakaian yang lebih lama dan harganya yang relatif murah ketimbang aki kering. Hanya saja, aki basah membutuhkan perawatan yang lebih ekstra.


Jika Brads memperhatikan setiap bagian pada aki basah, pasti tidak asing dengan cairan yang ada di dalamnya. Cairan aki sangat penting bagi aki basah. Nah, untuk itu aki basah butuh pengawasan yang rutin. Cairan aki tidak boleh kekurangan dan juga kelebihan, ya!


Karena aki basah membutuhkan perhatian ekstra, itulah kenapa aki kering menjadi alternatif baru bagi pengendara sepeda motor. Sifatnya yang lebih praktis, kuat dan minim perawatan, sangat cocok dengan performa sepeda motor masa sekarang.


Selain itu, aki kering tidak perlu melakukan pengisian cairan secara rutin. Penambahan daya cukup dilakukan dengan proses charging. Biasanya, aki kering bisa bertahan 1-2 tahun pemakaian.


Tips Merawat Aki Agar Tetap Awet



Aki basah maupun aki kering adalah bagian vital pada sepeda motor. Berbagai cara dilakukan agar aki bisa awet hingga bertahun-tahun pemakaian. Selain meminimalisir biaya perbaikan yang cukup besar, menjaga aki dapat menciptakan kenyamanan ketika berkendara. Nah, di bawah ini beberapa tips merawat aki agar tetap awet


1.         Panaskan mesin motor

Menjaga aki motor dari resiko soak dapat dilakukan dengan hal simpel, loh, Brads. Seperti, rutin memanaskan mesin motor selama 15 menit setiap harinya. Cara ini sangat bermanfaat untuk jangka yang sangat panjang. Jika hal ini dilakukan secara rutin, sepeda motor akan terhindar dari resiko aki soak.


2.         Mengurangi aksesoris motor yang berlebihan

Cara merawat aki motor tidak hanya pada aki itu sendiri. Beberapa faktor lainnya juga dapat mengakibatkan aki tidak bertahan lama. Seperti memasang aksesoris yang menggunakan listrik terlalu banyak. Niatnya sih biar terlihat lebih keren, namun aksesoris berlebihan malah bikin aki motor jadi rusak, ya, Brads!


3.         Jangan menggunakan starter elektrik secara paksa

Segala sesuatu yang dipaksakan itu tidak baik. Jika ingin menghidupkan motor di pagi hari, cukup menggunakan kick starter saja. Selain menjaga aki dari resiko soak, menghidupkan motor menggunakan kick starter dapat membantu oli yang mengendap di mesin terurai dengan sempurna.


4.         Periksa alternator secara rutin

Khusus aki kering, alternator berfungsi memberi daya pada aki agar mampu menghasilkan listrik secara maksimal. Apabila alternator tidak dirawat, maka suatu saat nanti aki akan mengalami kerusakan atau soak. Maka dari itu Brads, biar aki tetap awet jangan lupa mengecek alternatornya, ya!


5.         Lakukan pengecekan cairan aki

Poin ini khusus untuk aki basah. Karena aki kering menggunakan cairan berbentuk gel jadi tidak perlu melakukan proses isi ulang cairan.

Aki basah memiliki beberapa komponen. Mulai dari plat aki, konektor, dan salah satu bagian terpentingnya yaitu cairan aki.

Cairan aki berfungsi sebagai penghantar listrik. Agar fungsi ini berjalan dengan baik, secara berkala tingkat ketinggian cairan tersebut harus selalu diawasi. Apabila cairan aki tidak terisi sesuai ketinggian normalnya, salah satu dampak yang terjadi adalah daya aki akan menurun dan menyebabkan aki menjadi soak. Duh, jangan sampai, ya Brads!

Selain menjaga volume cairan aki, hal penting lainnya yang harus diperhatikan pada aki basah adalah kerak putih yang sering muncul pada bagian terminal aki. Umumnya, kerak muncul pada terminal positif berbentuk butiran putih seperti garam.

Hal tersebut disebabkan oleh proses oksidasi yang terjadi pada cairan aki. Cara mengatasinya cukup mudah dengan membersihkan secara perlahan menggunakan air panas pada bagian terminal aki.

Nah, gimana, Brads? setelah mengetahui cara merawat aki basah maupun kering, masih mau mengabaikan dan tidak peduli terhadap komponen yang satu ini? Bagi pemilik sepeda motor, sudah saatnya kita peduli dan memperhatikan kondisi aki secara berkala, ya. Karena aki adalah sumber listrik utama sepeda motor, apabila rusak atau soak, kenyamanan berkendara bisa terganggu nantinya.