Cerita Di Balik Legenda Samurai Jepang, Katana

Cerita Di Balik Legenda
Samurai Jepang, Katana

17 February 2021

 

Setiap pabrikan selalu punya produk flagship berupa motor unggulan. Kawasaki punya Ninja, sementara Honda punya FireBlade. Bagaimana dengan Suzuki? Pabrikan yang bermarkas di Hamamatsu Jepang ini pun punya produk flagship yang legendaris. Yang membedakan produk flagship Suzuki ini dibanding rivalnya adalah, nama motor ini tak hanya dipakai untuk satu model saja. Tapi juga dipakai untuk varian motor sport touring, juga scooters (di Eropa). Bahkan di Indonesia pun kita mengenal kendaraan roda empat Suzuki yang mengusung nama, yang kemudian menjadi masterpiece dunia, yakni Katana!



Katana adalah sepeda motor Jepang pertama yang didesain oleh rumah desain di luar Suzuki. Ini berawal di akhir tahun 1970-an, ketika Suzuki menjadi concern dengan desain sepeda motor Jepang untuk pasar global yang stagnan. Begitu-begitu saja. Suzuki pun ingin menciptakan motor naked bike yang lain daripada yang lain, dengan apa yang mereka sebut European type design.


Suzuki pun memanfaatkan markas besar mereka yang ada di Jerman untuk dijadikan pusat pengembangan proyek ini. Adalah Manfred Becker selaku Suzuki Germany marketing manager yang tertarik dengan Target Design, rumah desain yang baru saja terbentuk waktu itu, untuk mengerjakan European type design yang diinginkan Suzuki.

 



Sekilas tentang Target Design yang didirikan oleh mantan desainer BMW motorcycle, yakni Hans-Georg Kasten, bersama dengan Jan Fellstrom, dan Hans Muth.

Keterlibatan Target Design dalam proyek ini tak kalah menariknya. Lagi-lagi Manfred Becker lah orang di balik terbentuknya rumah desain ini.

“Kira-kira waktu itu akhir musim semi 1979…. Waktu itu Hans Muth datang ke kami dan bercerita baru saja dihubungi teman di Suzuki Jerman, yang menjabat sebagai marketing director di sana. Dia bernama Manfred Becker,” buka Hans-Georg Kasten.


Dilanjutkannya, waktu itu Manfred Becker mengatakan niat nya untuk meminta mereka membantu dalam project ini, yakni membuat desain motor yang sama sekali baru, fresh, dan punya styling modern.



 

“Tahu sendiri kan waktu itu, Suzuki Motorcycles benar-benar ketinggalan soal desain. Honda punya motor seperti Bol D’Or (CB900F 1981), dan Yamaha malah punya beberapa motor dengan desain menarik. Sementara Suzuki yang paling old fashioned di antara pabrikan Jepang itu,” lanjut Hans-Georg Kasten yang pertama kali gabung BMW Motorcycles tahun 1978.


Paling mengejutkan kemudian, Manfred Becker meminta Kasten dan Fellstrom untuk keluar dari BMW. Padahal waktu itu, nama duo ini sebagai motorcycle designer sedang berkibar setelah keberhasilan mereka mendesain BMW R100RS. Maka kemudian terjadilah tawar-menawar di antara mereka.

 



“Kami berkata, kami akan benar-benar memberikan bantuan, tapi dengan syarat, kami ingin punya studio desain sendiri yang baru, atas nama kami sendiri, dengan Hans Muth sebagai rekanan,” tutur Kasten.


Singkat cerita, persyaratan ini disetujui Suzuki, dan akhirnya, Kasten dan Fellstrom keluar dari BMW dan mendirikan studio sendiri.

Fellstrom sendiri adalah pria asal Inggris yang telah lama bekerja di Porsche, sebelum ditarik oleh Kasten untuk gabung di BMW. Keduanya terlibat dalam project desain untuk BMW GS, dan juga membuat concept design untuk BMW K100.


“Tapi waktu itu, technical department BMW benar-benar perusahaan yang konservatif. Kami benar-benar tidak bisa mengeksplor ide kami untuk model yang kami kerjakan,” jelas Kasten seolah ingin menjelaskan alasannya pindah dari BMW dan mendirikan studio desain sendiri bukan karena semata-mata terbujuk oleh rayuan Suzuki.



 

Gayung pun bersambut ketika muncul tawaran dari Suzuki Jerman ini. “Jadi tentu saja, pekerjaan pertama yang kami terima datang dari Suzuki Jerman. Mereka ini dibuatkan desain terbaru untuk GS550 (untuk pasar Eropa),” kata Kasten yang menjabat sebagai Managing Director di perusahaan milik sendiri, Target Design yang masih eksis sampai sekarang.


Hasil pekerjaan mereka adalah prototype ED-1, yang merupakan singkatan dari European Design yang pertama. Dan Suzuki sangat terkesan dengan hasil ini.



 

 “Pada musim gugur 1979, kami akhirnya bisa mempresentasikan ED-1 model di hadapan orang-orang Suzuki Jepang. Dan tampaknya mereka puas, karena kemudian mereka membawa desain itu ke Jepang, untuk diproduksi,” lanjut Kasten.

Tak hanya itu saja. Suzuki kemudian memberi mereka proyek kedua. Kali ini tidak main-main, karena mereka diberi tugas mendesain ulang motor yang jadi top-of-the-line Suzuki, yakni GSX1100.


“Desain pertama GSX1100 yang dibuat di Jepang benar-benar jelek. Dan mereka meminta kepada kami untuk mengubah desain itu secepat mungkin. Karena itu, mereka minta kepada kami untuk tidak mengubah aspek teknis. Cukup fokus ke bodywork yang baru saja,” jelas Kasten.



 

Proyek ED-2 ini pun dimulai November 1979. Target Design membuat terlebih dahulu gambar 2 dimensi, dan mengirimkannya ke markas besar Suzuki di Hamamatsu, Jepang.


“Mereka ternyata sangat suka, dan meminta kami menjadikannya ke dalam model 3 dimensi, sehingga kemudian kami buatkan modelnya dari tanah liat dan mock up inilah yang kami presentasikan ke Jepang. Dari situlah kemudian mereka benar-benar memproduksinya…” tutup Kasten.

Nah project ED-2 inilah yang kemudian menjadi cikal bakal kemunculan Katana. Bersama dengan ED-1 (GS550), ED-2 (GSX1100) ini kemudian dipamerkan untuk pertama kami di IFMA Exhibition di Cologne, Jerman pada September 1980.

 



Meskipun unit yang dipamerkan waktu itu hanyalah mock-up atau tiruannya saja, namun dalam beberapa bulan kemudian, produksi keduanya dimulai, dan sejak saat itulah legenda Katana ini dimulai.


Untuk informasi seputar kegiatan Suryanation Motorland yang terkini bisa langsung follow akun Intagram @Suryanation_motorland.

 

 

 

Sumber:

●          https://www.fastbikesindia.com/features/bike-features/history-of-katana-the-cool-kitty

●          http://www.katanacentral.co.uk/history/katanatimeline.asp

●          https://www.bennetts.co.uk/bikesocial/news-and-views/features/bikes/birth-of-the-original-katana

Foto: fastbikesindia.com, vintagedesmo.com