Cruiser Bike Perdana Racikan BMW

Cruiser Bike Perdana Racikan
BMW

13 January 2021

 

Ketika memperkenalkan kehadiran R 18 pada April 2020 lalu, pihak BMW Motorrad mengatakan bahwa motor cruiser bertema retro ini terinspirasi ‘kakeknya’ R 5 yang diproduksi tahun 1936. Muncul kemudian pertanyaan, apa yang istimewa dari R 5 dan bagaimana implementasinya terhadap R 18?

Sejarah BMW di industri roda dua dimulai sejak 1921. Namun saat itu, BMW masih sebatas pembuat mesin untuk perusahaan lain. Baru pada 1923, pabrikan Jerman ini resmi memasarkan motor dengan mereknya sendiri, yakni BMW R 32. Sejak saat itu, BMW banyak memproduksi motor-motor dengan banyak keunggulan teknologi. Namun dari semua model yang dibuatnya, adalah R 5 yang diproduksi tahun 1936 yang disebut-sebut sebagai motor dengan konsep desain terpenting dalam sajarah BMW Motorrad.

Kenyataannya memang begitu. R 5 yang diciptakan seorang desainer mantan pembalap, Rudolf Schleicher ini banyak mematahkan pakem lama yang dianut pabrikan motor saat itu. Ketika pabrikan motor masih menggunakan suspensi depan model springer atau girder, R 5 hadir dengan tipe teleksopik yang lebih unggul dalam hal peredaman.

Juga BMW R5 merupakan motor pertama yang memakai transmisi 4-percepatan yang dioperasikan pakai kaki, sementara banyak motor lain masih menggunakan tangan untuk mengoperasikan tongkat persneling, sehingga banyak berpengaruh pada keseimbangan.

Lalu dipakainya rangka model double cradle yang diadaptasi dari balap dan punya keunggulan dalam hal kekakuan torsional. Dan soal urusan dapur pacu, R 5 menggunakan mesin OHV boxer yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 24 hp dengan kapasitasnya yang hanya 500cc. Mesin ini punya keunggulan top speed yang hanya mampu ditandingi mobil balap saat itu, yakni 135 km/jam.

 

 

 

Dari sini tampak pesan yang ingin disampaikan BMW Motorrad melalui R 18 ini. Motor kelas Cruiser telah banyak dihuni pabrikan yang telah punya nama besar. Sebut saja Harley-Davidson, Triumph, Ducati, dan tentu saja pabrikan Jepang seperti Honda, Yamaha, Suzuki dan Kawasaki. Namun itu tidak membuat BMW Motorrad keder. Justru mereka seolah ingin menawarkan formula baru khas negeri Jerman.

Dalam hal mesin misalnya. Sudah menjadi keyakinan, bahwa cruiser bike tak akan terpisahkan dari mesin V-Twin. Harley-Davidson bahkan seolah tak berani beranjak dari mesin dengan konfigurasi ini. Sementara pabrikan Jepang lebih kreatif lagi melakukan banyak terobosan yang berakhir pada parallel twin untuk mempersenjatai motor cruisers mereka.

Nah, BMW Motorrad seolah ingin mengubah keyakinan itu. R 18 hadir dengan mesin baru, boxer 2 silinder berjuluk The Big Boxer. Mesin berkapasitas 1.802 cc ini merupakan mesin boxer 2 silinder terbesar yang digunakan untuk motor produksi massal. Tenaganya mencapai 91 hp pada 4.750 rpm. Sementara torsi maksimal sebesar 150 Nm tersedia pada putaran rendah 2.000 - 4.000 rpm. Bayangkan saja kenikmatan berkendara pada kecepatan 80 km/jam di posisi gir 4 atau 5 dengan mesin menderu di putaran rendah 1.500 rpm saja.

 

 


Keunggulan lain mesin boxer ini ada pada titik pusat massa yang rendah. Dengan kepala silinder menghadap ke samping kiri dan kanan, membuat bobot motor ini banyak terdistribusi ke bawah, sehingga lebih seimbang dan mudah dikendalikan, baik pada kecepatan tinggi maupun rendah.

Keuntungan lain dalam hal kenyamanan yang kiranya justru membuat mesin boxer ini diminati adalah pengendara terhindar dari hawa panas yang kerap terjadi pada motor dengan mesin konvensional yang posisinya ada di antara paha.

Pakem lain yang ingin diubah oleh BMW Motorrad melalui R 18 adalah sistem penggerak. Ketika pabrikan lain puas mengandalkan sabuk (drivebelt) menggantikan rantai (drivechain), R 18 justru hadir dengan sistem gardan (driveshaft). Sistem ini punya keunggulan langsung menyalurkan tenaga dari transmisi ke roda. Terjadinya power loss pun bisa dikurangi secara maksimal.

 

 

 

Selanjutnya dalam hal customization yang seolah telah menjadi budaya di antara penggemar cruiser bike. Harley-Davidson bahkan memudahkan konsumennya untuk langsung meng-custom motornya di showroom saat itu juga, atau membeli custom parts yang ada di catalog dan memasangnya sendiri. Bagaimana dengan R18?

R 18 diciptakan mudah untuk di-customize sesuai selera pemiliknya, dengan hanya menggunakan perkakas standar! Ya, motor ini didesain mudah dikonversi. Sub-frame belakang misalnya, dapat dengan mudah dilepas. Atau jalur saluran hidraulik dari rem, kopling dan kabel yang didesain memungkinkan pengaplikasian setang lebih tinggi atau lebih rendah. Begitu pula Cover kepala silinder dan engine cover dirancang sedemikian rupa sehingga sangat mudah untuk diubah. Anda bisa dengan mudah mengubah R 18 menjadi tampak seperti drag bike atau touring bike. Ditambah lagi pilihan aksesori dan perangkat opsional koleksi Ride & Style dari BMW Motorrad, atau brand lain yang telah bekerjasama dengan BMW seperti Vance & Hines, atau Roland Sands.

 

 


Soal fitur canggih BMW Motorrad adalah biangnya. Untuk Menambah unsur kenikmatan dan keselamatan berkendara BMW melengkapi R 18 dengan berbagai fitur canggih seperti mode berkendara (Rain, Roll & Rock), mode ini dapat menyesuaikan dengan pilihan pengendara.

Varian standar juga dilengkapi fitur Automatic Stability Control (ASC) dan Engine Drag Torque Control / des Motorwider Stands Rehmoments (MSR) untuk kenikmatan dan keselamatan berkendara tingkat tinggi sebagai standar.

 

 

 

Sebagai opsional ditawarkan tambahan fitur Reverse Assistant yang akan membantu ketika harus balik arah dengan cara mundur dan Hill Start Control yang sangat berguna di jalanan menanjak.

Untuk teknologi pencahayaan, BMW R 18 menggunakan LED canggih yang dikemas dengan gaya klasik. Ada fitur opsional berupa headlight yang dilengkapi lampu belok adaptif. Lampu itu akan menyala dan menerangi permukaan jalan kemana arah kita akan menikung. Instrumennya didesain melingkar yang dirancang klasik dengan tampilan terintegrasi. R 18 juga dibekali fitur Keyless Ride untuk aktivasi fungsi yang nyaman dengan remote control.

 

 

 

Semua kebaruan ini dikemas dalam sebuah konsep motor high-tech retro made in Germany, dan BMW tampak bangga dengan hal itu. Jika Harley-Davidson atau Indian Motorcycle bangga dengan branding American-made, maka BMW Motorrad seolah tak mau kalah menyematkan logo “Berlin-Built” hampir di sekujur R 18.

 


Foto: Bennetts.co.uk, id.motor1.com, Carmag.co.za