Pelek Custom Model Invader by David Zutur Project

Pelek Custom Model Invader
by David Zutur Project

17 February 2021

 

Di komunitas penggemar motor custom saat ini sering terdengar istilah pelek Invader. Bahkan beberapa custom garage Tanah Air pun mulai memproduksi dan memasarkan pelek model Invader ini. Kami menyebutnya model Invader karena sebenarnya lingkar roda ini merupakan produk tiruan dari Invader Wheels yang telah diproduksi di Amerika Serikat sejak 1975.




Salah satu custom bike builder sebagai pembuatan pelek model Invader di Indonesia ini adalah David Zutur. Nama ini sudah tidak asing lagi. Apalagi David adalah eksekutor dalam project chopper milik Presiden Joko Widodo, saat masih bergabung bersama Elders Garage.

 

Setelah pulang kampung tahun 2020 lalu dan memutuskan berdiri sendiri dengan mengibarkan bendera David Zutur Project, pria asal Cilacap ini getol membikin custom parts, untuk diproduksi massal. Salah satunya adalah Zutur Invader yang merupakan tiruan dari Invader Wheels.




“Sepertinya waktu itu belum banyak atau malah setahu saya belum ada yang bikin tiruan dari Invader Wheels ini, meskipun di pasaran sebenarnya sudah ada pelek model dokar begitu yang kebanyakan diperuntukkan motor matik,” buka David.

 

Setelah iseng-iseng bikin dan diposting di akun instagramnya (@davidzutur) ternyata yang respon cukup banyak. “Dan waktu itu malah jadi tren, karena kemudian semua bengkel pada bikin,” kata David.

 

Namun David tetap pede, Zutur Invader bikinannya bisa bersaing di bursa custom parts Tanah Air, meskipun menurutnya, harga produk sejenis jauh di bawahnya.

 

“Karena menurut saya, meskipun tampak mudah, tapi sebenarnya enggak mudah bikin tiruan Invader Wheels itu. Terutama dalam hal teknik welding. Ada SOP (Standard Operating Procedure) manufaktur yang mesti dipahami dan dikuasai.”

 


David mencontohkan bagaimana sulitnya menyambungkan pipa 3 mm ke lingkar pelek 3.5 mm. “Supaya tidak mudah crack atau gampang lepas, kita mesti tahu pakai kawat apa yang dipakai untuk pengelasannya, pakai filler seperti apa, berapa ampere las yang dipakai, suhu berapa, semua ini ada standar prosedurnya,” ujar David yang beruntung sebelumnya pernah berguru pada salah seorang teman ahli welder yang telah bersertifikat internasional.

 

Dengan semua kerumitan dan kerja keras ini, David pede melepas pelek bikinannya kisaran harga Rp 5 - 6 juta sepasang, belum termasuk finishing krom.



Apalagi kalau konsumen memilih model sesuai keinginannya. “Saya sih udah bikin bermacam-macam model. Mulai palang 5 sampai 8 ada. Tapi kadang kala konsumen pengin model yang beda sesuai selera. Ini sebenarnya yang bikin harga jadi susah ditentukan. Karena variable-nya banyak, salah satunya kombinasi antara fashion, art dan craftmanship,” tutur David.

 

David pun bersyukur meskipun pelek model Invader bikinannya lebih mahal dari kebanyakan, tapi konsumen sekarang sudah paham kualitas fashion, art dan craftsmanship tadi.

 

“Syukurlah tahun 2020 lalu saya bisa jual 140 piece, atau sama dengan 70 pasang pelek,” tutup David yang punya keinginan untuk mengembangkan David Zutur Project ini menjadi home industri untuk custom parts.

 

Untuk informasi seputar kegiatan Suryanation Motorland yang terkini bisa langsung follow akun Intagram @Suryanation_motorland.