Suryanation MotorLand | Gudang Garam

Yuk Kenali 5 Ciri

V-Belt Motor Matic yang Mau Putus

20 November 2020

 

 

Brads, kepraktisan motor matic yang tinggal gas ditambah sensasi riding yang halus dan gak menyentak-nyentak itu memang nyaman banget dan gak bisa didapatkan dari motor lain. Tapi, dibalik semua itu kalian perhatian gak sih sama v belt motor matic yang dimiliki? Jangan sampai pas lagi asyik sunmori bareng komunitas, v belt motor kalian putus di tengah jalan, lho!

Berbeda dari jenis motor pada umumnya, motor matic menggunakan tipe transmisi Continuously Variable Transmission atau yang sering kita sebut dengan CVT. Pembeda utama dari CVT adalah penggunaan v belt untuk menyalurkan tenaga dari mesin ke roda belakang, bukan dengan rantai seperti misalnya pada motor bebek.


Tren Pergantian Rantai ke V-Belt di Motor



Brads, produsen yang pertama kali menggunakan v belt di sepeda motor itu ternyata datang dari Italia pada tahun 1984. Yaitu Vespa, waktu itu pabrikan skuter ini meluncurkan Vespa Corsa 125 yang menggunakan v belt dan CVT sebagai penggeraknya. Nah, semenjak itu banyak produsen roda dua yang mengekor Vespa nih, mulai menggantikan rantai dengan v belt. 

Walaupun di Indonesia Vespa Corsa 125 sudah beredar dari 1991, tren perubahan ke v belt baru ramai di dekade 2000-an Brads. Waktu itu beberapa pabrikan seperti Yamaha, Honda dan Kymco mulai merilis sepeda motor matic dengan v belt sebagai penggeraknya ke pasaran. Kymco di tahun 2000 merilis JetMatic ke pasaran, disusul Yamaha dengan Nouvo dua tahun kemudian.

Bisa dibilang, salah satu pemain yang jadi trendsetter v belt di motor saat itu adalah Yamaha. Mereka mengeluarkan sepeda motor berjenis skuter matic bernama Mio di tahun 2003. Kelahiran Yamaha Mio disambut dengan antusias oleh pengguna roda dua di Indonesia.

Gak mau kalah, Honda pun meluncurkan motor matic bernama Vario di tahun 2006. And the rest is history Brads, motor matic dengan v belt makin banyak dan digemari sama banyak kalangan. Kata data dari Kemenperin juga, penjualan tertinggi sepeda motor tahun 2019 datang dari motor matic yang mencapai lebih dari 80 persen.


V-Belt Komponen Penting untuk Motor Matic



Brads pasti sudah tahu dong kalau motor matic itu menggunakan tipe transmisi CVT sebagai penyalur tenaga dari mesin ke roda. Nah, cara kerjanya transmisi CVT itu berbeda dari manual, apalagi dengan adanya v belt di motor matic yang menjadi jantungnya CVT.

Rasio transmisi CVT diatur sepenuhnya oleh putaran mesin. Kalau disederhanakan, transmisi motor matic terdiri dari drive dan driven pulley yang dihubungkan dengan v belt. Nah, drive pulley ini terhubung ke mesin Brad sehingga berfungsi sebagai input tenaga ke v belt dan driven pulley yang terhubung langsung ke roda belakang.

Ketika motor berjalan v belt, drive dan driven pulley akan berubah ukuran dengan sendirinya, untuk mengatur rasio transmisi sehingga tercapai tenaga optimal yang sesuai dengan kecepatan dan RPM mesin.

Karena, beban kerja dan energi yang diterima oleh v belt dari mesin itu bervariasi, bisa naik atau turun secara mendadak sekaligus, terus berperan mengatur dan menyalurkan tenaga. Gak heran v belt jadi komponen yang penting banget buat motor matic.


Ciri V-Belt Motor Matic yang Mau Putus


Brads v belt yang jadi piranti penting di motor matic memang harus kita berikan perhatian lebih. Jangan sampai putus di tengah jalan. Nah, kita sudah siapin 5 ciri-ciri v belt motor matic mau putus yang bisa kalian ikuti.


1.         Fisik V Belt yang Mulai Retak

Cara pertama yang Brads bisa lakukan adalah melihat langsung penampakan v belt di motor matic kalian. Saat melakukan pengecekan kalian mesti perhatikan adanya keretakan pada v belt, terlebih lagi di bagian bergerigi. Kalau Brads sudah lihat ada retak, maka sudah waktunya v belt motor matic kalian diganti.

 

2.         Tarikan Motor Tidak Bertenaga

Ciri yang kedua bisa kalian rasakan langsung waktu menunggangi motor kalian nih, Brads! Kalau dirasa saat akselerasi pertama kali tenaga yang dikeluarkan motor matic sudah loyo atau terdapat delay yang cukup lama dari memutar gas hingga motor berjalan. Bisa jadi kondisi v belt sudah mulai aus dan gak optimal lagi untuk menyalurkan tenaga mesin.

 

3.         CVT Mulai Berbunyi Kasar

Tanda ketiga v belt motor matik sudah harus diganti adalah dengan bunyi kasar yang datang dari rumah CVT. Bunyi kasar ini datang dari kondisi v belt motor matic yang sudah mulai aus Brad.

 

Biasanya juga, kondisi aus v belt tersebut disertai dengan sudah kendornya v belt sehingga bisa terjadi slip saat akselerasi awal. Biasanya saat gas diputar tapi tenaga yang keluar tak sesuai bukaan gas.

 

4.         Motor Bergetar saat Tarikan Awal

Kalau Brads pernah merasakan getaran saat akselerasi awal wajib waspada hukumnya sama v belt motor matic Brads. Getaran yang biasanya hilang saat motor sudah melaju ini disebabkan oleh kotoran di dalam rumah CVT.

 

Selain itu, getaran juga bisa disebabkan oleh kondisi v belt yang sudah gak optimal lagi buat digunakan. Penyebabnya bisa dari kotoran di dalam rumah CVT yang akan berdampak pada v belt motor matic kalian.

 

5.         Cek Umur V Belt

Coba deh Brads ingat-ingat kapan terakhir kali ganti v belt di motor matic kalian. Kalau misalnya satu tahun lalu atau lebih dari 25.000 km mending cepat-cepat bawa ke bengkel buat dicek kondisinya.

 

V belt motor matic itu memiliki umur penggunaannya sendiri sebelum mulai mengalami kerusakan. Selain itu, lakukan pengecekan berkala ke bengkel tiap enam bulan sekali, agar Brads bisa update sama kondisi v belt motor kalian.

Nah, sekarang Brads bisa coba cek sendiri kondisi v belt motor matic kalian. Kalau memang ciri-ciri di atas sudah dirasakan, cepat-cepat datangi bengkel langganan buat ganti v belt.